Home » » BERBURU MALAM SERIBU BULAN Oleh : Dr.Harjani Hefni,Lc,MA

BERBURU MALAM SERIBU BULAN Oleh : Dr.Harjani Hefni,Lc,MA

Written By mouzlim on Selasa, 22 Juli 2014 | 20.33




Setiap bulan ramadhan terdapat satu malam yang bergelimang berkah, yang populer dengan sebutan lailatul qadar, malam yang lebih berharga dari seribu bulan. Malam ini menambah daftar panjang kemuliaan bulan Ramadhan.  Allah berfirman :

“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan”. (QS.Al Qodr:1-5). Lailatul Qadar juga dapat menghapuskan dosa orang-orang yang melaksanakan ibadah pada malam tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang sholat pada malam lailatul qodr berdasarkan iman  dan ihtisab (mengharap ridha Allah), maka Allah akan mengampunkan dosa-dosanya yang telah lalu (HR.Bukhari dan Muslim).

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani, Lailatul Qodr memiliki tiga makna: 
pertama, Lailatul Qodr adalah Malam yang penuh keagungan dan kehormatan. Banyak  hal yang membuat malam ini menjadi penuh keagungan dan kehormatan sebagaimana dicatat oleh Ibnu Hajar, di antaranya karena malam tersebut adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Begitu agungnya Al Qur’an menyebabkan semua faktor yang mengiringinya menjadi agung dan terhormat. Menurut makna ini, malam Al Qadar menjadi mulia karena faktor turunnya Al Qur’an. Malam ini disebut juga sebagai malam keagungan  karena turunnya Malaikat dengan seizin Tuhan mereka. Malaikat adalah makhluk Allah yang mulia yang selalu taat dengan perintah Allah dan tidak pernah berbuat dosa. Turunnya para malaikat, makhluk Allah yang mulia ini menjadikan malam tersebut turut menjadi mulia. Malam ini juga menjadi agung karena dijadikan oleh Allah sebagai malam yang penuh barakah, rahmat, dan maghfirah. Keberkahan Allah di malam ini tercurah, sifat rahmat-Nya di tebar buat seluruh makhluk-Nya, dan pintu ampunan-Nya dibuka selebar-lebarnya. Keberkahan, rahmat, dan maghfirah adalah ciri-ciri keagungan dan kehormatan. Malam ini juga menjadi agung karena akan membuat orang yang menghidupkannya dengan ibadah  menjadi agung dan terhormat.Makna kedua dari Lailatul Qodr adalah  malam yang sempit. Sifat ini dialamatkan kepada malam al Qodar, karena ilmu tentang penentuan qadar yang turun malam itu tetap menjadi rahasia Allah, dan manusia tetap sempit pengetahuannya tentang hal ini. Juga disebut malam yang sempit karena bumi pada malam itu menjadi sempit karena dijejali oleh turunnya malaikat yang begitu banyak.

Sedangkan makna ketiga dari Lailatul Qodr adalah malam penentuan Qadar. Pada malam itu kejadian-kejadian yang akan terjadi setahun ke depan ditetapkan. Hal ini sejalan dengan firman Allah :“ Haa miim, Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan, Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi…” (Ad Dukhan : 1-5). Yang dimaksud dengan urusan-urusan di sini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti : hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya. Al Qodar di sini dimaksudkan sebagai rincian tahunan dari Qadha Allah yang telah ditetapkan secara umum sejak jaman azali.. 

Waktu dan Cara Memburunya

Para ulama berbeda pendapat tentang penentuan malam Al Qodr. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa malam Al Qodr jatuh pada malam ke 21, ada yang mengatakan malam ke-23, ada yang mengatakan malam ke-25, ada yang mengatakan malam ke-27, ada yang mengatakan malam ke-29, dan ada yang mengatakan malam tersebut jatuh secara berpindah-pindah dari tahun yang satu ke tahun berikutnya.Di antara hikmah tidak dipastikannya kapan turunnya lailatul Qadar adalah untuk memotivasi kaum muslimin agar terus giat dan sungguh-sungguh beribadah, dan tidak hanya beribadah pada hari-hari tertentu dan meninggalkan ibadah di hari-hari yang lain.            Lailatul Qodr tidak disambut dengan memasang obor, pelita, petasan, atau apa saja yang bernuansa api. Ia juga tidak disambut dengan membuat kue-kue khusus menyambut hadirnya malaikat, sebagaimana dilakukan oleh sebagian masyarakat kita. Baik api ataupun makanan menyambut lailatul Qadar adalah  seremonial bersifat fisik yang tidak ada dasarnya dalam Islam, dan tidak sejalan dengan semangat Al Qodr yang bersifat maknawi.            Lailatul Qodar juga tidak disambut dengan cara memperindah rumah, membeli sofa baru, memadati keramaian di mall-mall dan seterusnya. Perbuatan ini sangat jauh panggang dari api, karena sangat berseberangan dengan apa yang dicontohkan Rasulullah SAW.            Kalau kita melihat keseriusan Rasulullah saw, isteri-isteri beliau dan para sahabat menyongsong tibanya lailatul Qodr, kita akan berkesimpulan bahwa Lailatul Qodr adalah puncak kenikmatan yang dihadirkan oleh Allah di bulan Ramadhan. Dan puncak kenikmatan ini sangat kecil kemungkinannya akan dirasakan oleh orang-orang yang tidak meniti hari demi hari ramadhannya dengan “iimanan” dan “ihtisaban”. Karenanya mereka menyambut malam tersebut dengan penuh kesungguhan dengan cara menghidupkan malam-malam mereka dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah lebih daripada hari-hari biasanya.Di antara cara menggapai lailatul Qodr adalah dengan menghidupkan malam-malamnya dengan “imanan” dan “ihtisaban”. Rasulullah menghidupkan malam-malam terakhir tersebut di masjid, memperbanyak sholat, tadarus Al Qur’an, dzikir dan menghidupkan sebagian besar waktu malamnya dengan ibadah. Dan kalau kita diizinkan oleh Allah untuk bertemu dengan malam itu yang ditandai dengan ketenangan jiwa yang luar biasa saat bermunajat kepada Allah, maka ucapkanlah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ ( Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi maaf, senangkan memaafkan, karenanya ampunilah daku).Semoga kita dapat menggapai malam yang penuh mulia, penuh keagungan dan penuh barakah ini. Amiin

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Living Qur'an Sunnah Institute - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger