Text Widget

Latest Post

MENUTUP PINTU-PINTU MASUK SYETAN

Written By mouzlim on Kamis, 05 September 2013 | 21.36

Oleh : DR. Harjani Hefni,MA




Syetan adalah makhluk yang telah bersumpah dan bertekad di hadapan Allah untuk menghalang-halangi manusia dari mengingat Allah swt. Bagaimana keseriusan syetan dalam usahanya, dapat kita simak dalam Al Qur’an, Surah Al A’raf, ayat 16-17 :

قال فبما أعويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم , ثم لآتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم ولا تجد أكثرهم شاكرين

“Iblis menjawab: “ Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus..Kemudian saya akan mendatangi merekadari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanayakan mereka bersyukur”
            Makar syetan sebenarnya sangat lemah, meskipun upaya penyesatan mereka lakukan sangat profesional. Allah befirman :
إن كيد الشيطان كان ضعيفا (النساء : 76)
“Sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”.
            Banyaknya manusia yang terpedaya oleh bujuk rayu syetan pada prinsipnya bukan karena kekuatan syetan itu sendiri, tetapi lebih kepada faktor lemahnya manusia yang bersangkutan.  Titik lemah atau penyakit inilah yang dimanfaatkan oleh syetan sebaik-baiknya untuk menjerumuskan manusia. Di antara titik lemah itu adalah : dalam kondisi marah, hasad, perut kenyang, putus asa, menolak kebenaran, bangga diri, cenderung berbuat dzalim, suka terburu-buru, kebodohan, kekikiran, suka berdebat, rag-ragu, lalai, permusuhan yang hebat, merasa hebat dan tidak mau lagi mendengar orang lain, berkeluh kesah, cinta harta, terpesona dengan dunia, dll. Disaat titik-titik lemah ini tidak kita antisipasi, maka kita akan kecolongan dan terperangkap dalam jerat-jerat syetan. Ketika hal ini terjadi,   mereka secara perlahan akan tunduk dengan segala titah dari syetan dan tidak malu melakukan tindakan-tindakan aneh yang tidak bermoral, bertentangan dengan akal sehat, dan tidak berperikemanusiaan. Para budak syetan ini di hari kiamat akan dipermalukan oleh tuannya sendiri (baca : syetan), karena mereka mengikutinya.
Allah berfirman :
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (إبراهيم : 22)
 “Dan berkatalah syetan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: ‘Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih”.
            Agar syetan tidak dapat memasuki celah-celah kelemahan kita, maka kita perlu mengetahui bagaimana cara menutup celah-celah tersebut. Berikut beberapa  kiat mempersenjatai diri kita agar tidak menjadi sasaran bidik dari syetan yang terlaknat :
1.      Menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah dan tidak lalai.
Di antara sifat terpuji yang dimiliki orang-orang bertaqwa adalah selalu siaga menghadapi godaan syetan.Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُون ( الأعراف : 201)َ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa waswas dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”.
Karena lalai adalah pintu besar yang dapat dimasuki secara mudah oleh syetan. Allah berfirman :
ومن يعش عن ذكر الرحمن نقيض له شيطانا فهو له قرين (الزخرف : 36)
     “Barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah,   Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan) maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.
2.      Komitmen dengan Al Qur’an dan As Sunnah, dalam kerangka ilmiah maupun praktis.
Amalan yang paling baik untuk menjaga diri dari syetan adalah dengan komitmen terhadap Al Qur’an dan As Sunnah. Dan syetan berusaha keras agar mengeluarkan kita dari jalan Allah ini, sehingga kita tidak tertarik lagi untuk mengkaji apa yang terdapat dalam dua pusaka Rasulullah ini.
Allah berfirman :
وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ذلكم وصاكم به
لعلكم تتقون ( الأنعام : 153)
“Bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa”
Ketika menjelaskan ayat ini, Rasulullah saw bersabda :
خط رسول الله صلى الله عليه وسلم خطا بيده , ثم قال : " هذا سبيل الله مستقيما " وخط
 عن يمينه وشماله ثم قال : "هذه السبل ليس منها سبيل إلا عليه شيطان يدعوا إليه " ثم قرأ
" وأن هذا صراطي … " (رواه الإمام أحمد والحاكم وصححه والنسائي)
Rasulullah saw membuat sebuah garis dengan tangannya, kemudian berkata : “Ini adalah jalan Allah yang lurus”. Lalu beliau membuat garis lagi di sebelah kanan dan kirinya kemudian bersabda : “ Ini adalah jalan-jalan, tidak ada satu jalanpun di antaranya, kecuali ada syetan yang mengajak kepadanya. Kemudian beliau membaca ayat di atas…”

3.      Meminta suaka kepada  Allah dari kejahatan syetan
Di antara cara terbaik berlindung dari syetan adalah dengan meminta suaka kepada Allah dari kejahatan syetan. Karena Allah Maha Kuasa untuk mengendalikan makhluk-Nya. Allah berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ(199)وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ(200)
“ Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa  sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al A’raaf : 199-200). Allah juga mengajarkan Rasul-Nya agar mengucapkan doa ini :
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ(97)وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (المؤمنون : 97-98)
“Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan, Dan aku berlindung pula kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”
Di antara tempat-tempat khusus yang diajarkan kepada kita agar berlindung kepada Allah dari kejahatan syetan adalah :
a.       Ketika masuk WC
Nabi saw ketika masuk WC selalu berlindung kepada Allah dari syetan laki-laki dan perempuan yang ada di WC. Dalam hadits disebutkan :
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل الخلاء قال :
 " اللهم إني أعوذبك من الخبث والخبائث (رواه البخاري ومسلم)
“Dari Anas bin Malik berkata : Nabi saw jika masuk WC biasanya mengucapkan : “ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki an perempuan”
b.       Disaat marah
Ketika dua orang sahabat saling perang mulut di hadapan Nabi saw, Rasulullah saw bersabda :
"إني لأعلم كلمة لو قالها لذهب عنه ما يجد من الغضب " فقالوا : ما هي يا رسول الله ؟ قال :
 يقول : "اللهم إني أعوذ بك من الشيطان الرجيم "
            “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat anaikan dia ucapkan, maka akan hilanglah amarah yang ada pada dirinya. Shabat bertanya : apakah kalimat itu ya Rasulullah ? Beliau bersabda : “ Allahumma Inni A’udzu bika minassyaithonir rajim”
c.       Disaat berhubungan badan
Rasulullah saw mengajarkan kita doa berikut :
بسم الله اللهم جنبنا الشيطان , وجنب الشيطان ما رزقتنا , فإنه لو قضى بينهما
ولد من ذلك لم يضره الشيطان أبدا "
“ Bismillah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan, dan jauhkanlah syetan dari karunia anak yang Engkau anugerahkan kepada kami”. Apabila karena sebab hubungan itu mereka dikaruniai anak, maka anak itu tidak akan diganggu oleh syetan”. (Muttafaq Alaih)”.
d.      Disaat mendengar ringkikan keledai
Rasulullah saw bersabda :
إذا نهق الحمار فتعوذوا بالله من الشيطان الرجيم (رواه الطراني في معجمه الكبير إسناد صحيح)
            “ Jika keledai meringkik, maka berlindunglah dari syetan yang terkutuk”.
e.       Disaat membaca Al Qur’an
Allah berfirman :
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(98)إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا
وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُون (النحل : 98-99)
“Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk. Sesungguhnya syetan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya” َ
f.       Meminta perlindungan buat anak dan isteri
Rasulullah saw mendoakan cucunya Hasan dan Husain agar terlindung dari pengaruh syetan. Dalam hadits disebutkan :
 أعيذكما بكلمات الله التامة , من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة
            “Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala syetan, binatang yang berbisa dan pandangan mata jahat yang menimpanya (HR.Bukhari)
4.      Bergabung dengan jama’ah kaum muslimin
Di antara sarana penutup pintu syetan adalah dengan menggabungkan diri ke dalam komunitas orang-orang shalih yang bisa membantu kita untuk berbuat yang benar. Rasulullah saw bersabda :
من أراد منكم بحبوحة الجنة فليلزم الجماعةو فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد
“Barangsiapa menginginkan syurga yang paling baik, maka hendaklah dia bergabung dengan jamaah (komunitas orang-orang baik). Karena syetan bersama orang yang menyendiri, dan dia agak menjauh dari dua orang”.
5.      Menyingkap langkah-langkah dan perangkap-perangkap syetan
Mengetahui langkah-langkah syetan dalam memperdayakan kita akan membuat kita hati-hati melangkah, dan mudah mendeteksi secara dini jika ternyata kita masuk perangkapnya. Al Qur’an dan hadits kaya dengan informasi ini.
6.      Tidak menuruti perintah syetan
Jika kita mengetahui bahwa sebuah perilaku disenangi oleh syetan, maka kita harus menghindarinya. Sebagai contoh :, bahwa syetan makan dengan kiri, minum dengan tangan kiri, dan mengambil sesuatu dengan tangan kiri. Karena itu, kita wajib menghindari perilaku yang memang sudah menjadi trade mark-nya syetan tersebut. Rasulullah saw bersabda :
ليأكل أحدكم بيمينه , وليشرب بيمينه , وليأخذ بيمينه , فإن الشيطان يأطل بشماله,
ويشرب بشماله, ويعطي بشماله
“ Hendaklah kamu makan, minum dan mengmbil dengan tangan kanan; karena syetan itu makan, minum, dan memberi dengan tangan kiri” (HR.Ibnu Majah dengan sanad yang shahih)
7.      Taubat dan istighfar
Allah berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُون ( الأعراف : 201)َ
 “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa waswas dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”
Di antara sifat orang-orang yang bertakwa adalah : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka; dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran : 135)

8.      Menutup prasangka-prasangka yang mungkin muncul dari orang lain terhadap kita
Kita dilarang membiarkan prasangka-prasangka yang tersimpan di benak orang tentang kita, karena itu adalah pintu syetan untuk merusak hubungan sesama kita. Rasulullah saw memberikan contoh yang sangat baik kepada kita tentang hal ini. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan  sebuah hadits dari Shofiyyah istri Rasulullah saw, dia berkata : “Rasulullah saw melakukan I’tikaf. Lalu aku datang menjenguk beliau pada suatu malam dan berbincang-bincang dengan beliau. Kemudian aku bangun untuk pulang ke rumah. Kemudian beliaupun berdiri untuk mengantarku pulang. Tempat tinggal Shafiyyah adalah di perkampungan Usamah bin Zaid. Lalu lewatlah dua orang sahabat Anshar. Ketika mereka melihat Rasulullah saw, mereka berdua bergegas. Rasulullah saw berkata : “ Perlahanlah ! Sesungguhnya di sampingku adalah Shafiyyah binti Huyai.” Dua orang sahabat itu berkata :  Subhanallah ya Rasulullah ! Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya syetan itu  mengalir pada anak Adam mengikuti aliran darahnya. Dan aku khawatir akan dilemparkan ke dalam hati kalian bisikan jahat, lalu kalian menghembuskan berita jahat itu”.
            Artinya, sahabat itu tidak berfikir samasekali, bahwa Rasulullah membawa wanita lain selain istrinya. Tetapi Rasulullah benar-benar mengantisipasi perkara ini sehingga tidak ada bagi syetan untuk membisikkan kejahatannya kepada kedua sahabat tersebut.
 

MEMBANGUN MENTAL SUKSES SECARA ISLAMI









Semua orang bercita-cita ingin sukses dalam hidupnya. Meskipun ukuran kesuksesan masing-masing pribadi berbeda, tetapi standar umum yang mempertemukan perbedaan itu adalah kedekatannya kepada Allah. Dalam terminologi al Quran, di antara kata yang dipakai untuk makna sukses adalah hasanah. Bagaimana hasanah di dunia bisa mengantarkannya untuk dapat hidup hasanah di akhirat.
      Agar cita-cita kita ingin sukses dapat tercapai,  Islam menawarkan kepada kita beberapa kiat, di antaranya:
 
1. Hilangkan Penyakit-penyakit Mental yang Menghambat Kemajuan
Budaya kerja pada masa Rasulullah sangat mendarah daging di kalangan sahabat. Ketika melihat  salah seorang sahabatnya berada di masjid pada jam kerja, Beliau bertanya tentang sebab keberadaannya di masjid. Lalu sahabat yang bernama Abu Umamah ini menceritakan apa adanya tentang kondisinya yang tengah digelayuti kesedihan karena terlilit hutang. Rasulullahpun mengajarkan kepadanya doa yang diamalkan setiap pagi dan petang untuk membantunya keluar dari masalah yang sedang dihadapinya.      
Doa tersebut adalah :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَالْحَزَنِ , وَ أَعُوذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ, وَ أَعُوذُ بِكَ
مِنَ الْجُبْنِ وَاْلبُخْلِ , وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الِرّجَاِل
“Ya Allah ! Aku berlindung kepada-Mu dari segala kegelisahan dan kesedihan,
Aku berlindung kepada-Mu dari segala kelemahan dan kemalasan,
Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil,
Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan kesewenangan orang". (HR.Abu Daud)
Delapan penyakit jiwa di atas adalah penghambat utama kesuksesan dan produktivitas. Doa tersebut menyiratkan pesan-pesan berikut :
·         Kita tidak boleh larut dalam kegagalan sehingga membuat kita gelisah dan sedih berkepanjangan, kita harus evaluasi sebab kegagalan kita, dan kita harus bangkit dan belajar dari kegagalan tersebut
·         Kita harus mengusir rasa kurang percaya diri, merasa tidak punya potensi dan rasa malas; galilah potensi diri dan kembangkan; serta pupuklah semangat kerja
·         Kita harus hilangkan sifat pengecut dan sifat bakhil. Bangun sifat sportif, berani dan bertanggungjawab. Jangan pelit untuk memberikan kontribusi apa saja yang kita miliki.
·         Jangan biasakan hidup berhutang kecuali terpaksa; dan hindarkan berhutang dengan sistem riba.
·         Carilah peluang-peluang baru yang dapat menopang kehidupan kita dan keluarga, agar kita tidak diperlakukan rendah oleh orang lain.  
Sekilas, ajaran Rasulullah SAW ini kelihatan sepele, hanya doa...tetapi ketika doa ini diamalkan setiap pagi dan petang, doa ini akan berdampak kuat pada pribadi yang mengamalkannya. Tidak mungkin dia berdoa agar dihilangkan penyakit-penyakit di atas, sementara dia hanya berpangku tangan tanpa usaha memerangi sifat-sifat ini pada pribadinya.
Ketika penyakit-penyakit yang membelenggu dirinya hilang, dia akan kembali lincah bekerja dan berusaha, dan melaju meniti sukses.

  1. Baca Kelebihan yang Kita Miliki...
Bila Perlu, Libatkan Orang Lain untuk membacanya...,
Lalu, Mintalah Bantuan Allah !

Setiap kita punya kelebihan...tinggal bagaimana kelebihan tersebut dapat kita kembangkan sampai menjadi maksimal. Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk membaca potensi masing-masing. Kalau belum yakin dengan potensi yang kita miliki, tidak ada salahnya melibatkan orang lain untuk dimintai pendapatnya. 
Setelah potensi tersebut ditemukan, sebaiknya kita komunikasikan kepada Allah, meminta dukungan kekuatan dan ilmu dari-Nya. Perlunya meminta dukungan kepada Allah dalam hal ini adalah untuk memastikan apakah potensi yang kita temukan tersebut telah memenuhi formula 3 B atau belum.

Formula 3 B
3 B yang dimaksud adalah : 1). Baik untuk agama kita; 2). Baik untuk kehidupan kita; 3). dan Baik untuk masa depan kita.
Baik untuk agama harus mendapatkan prioritas dalam pemilihan potensi yang akan dikembangkan. Karena sebesar apapun penghasilan, jika tidak menguntungkan agama dan masa depan kita, pasti tidak akan membawa keberkahan dalam hidup.
Memastikan formula 3 B ada dalam pilihan kita sangat penting. Dalam kondisi sulit, kadang-kadang kita berpikir pragmatis. Dengan alasan tuntutan ekonomi ada orang yang nekat menukar agama, melacurkan diri, kerja di tempat haram, kerja di tempat yang tidak memberikan kesempatan untuk sholat, dan kerja di tempat-tempat lain yang dapat menggerogoti kualitas keagamaan.
Formula 3 B  inilah yang terkandung dalam doa istikharah. Rasulullah SAW mengajarkan kepada sahabatnya agar selalu meminta pertimbangan Allah dalam menentukan setiap pilihan hidup. Setelah sholat sunnah dua rakaat, silahkan baca dan renungkan doa berikut :    

  اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلمَ ُوَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ . اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِيْنِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيْهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِيْنِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْقَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الخْيَرْ َحَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ . قال ويسمي حاجته )
"Ya Allah, dengan ilmu pengetahuan-Mu aku meminta pilihan yang terbaik untukku, dan dengan kuasa-Mu aku meminta taqdir yang baik untukku, dan aku memohon kepada-Mu akan karunia-Mu yang agung. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang berkuasa dan aku tidak berkuasa. Engkau mengetahui dan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat yang ditimbulkan oleh urusanku ini, baik cepat maupun lambat, maka taqdirkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia untukku, kemudian berkatilah aku darinya.  Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat yang ditimbulkan oleh urusanku ini, baik cepat maupun lambat, maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkanlah aku darinya, dan taqdirkanlah untukku suatu kebaikan, apapun kebaikan itu, kemudian ridhokanlah aku dengannya (dengan menyebutkan pilihan yang sudah kita nominasi)." (HR.Bukhari, 1/391)



Formula 3 B






3. Jangan Ragu-Ragu Melangkah,
            Bertawakkallah Kepada Allah !
            Jika sudah mantap menjatuhkan pilihan pada profesi dan pekerjaan tertentu,  mari kita melangkah dengan pasti. Mari kita tanamkan investasi pikiran, tenaga, dan skill yang kita miliki untuk pekerjaan. semaksimal mungkin. Insyaallah Allah akan membantu dan mengembalikan investasi yang kita tanam dengan kelipatan yang tidak berhingga.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Living Qur'an Sunnah Institute - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger